Jumat, 24 Juni 2016

RENUNGAN : BERTUMBUH MELALUI GODAAN

 
BERTUMBUH MELALUI GODAAN
 
 
Godaan dapat menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan iman dan karakter kita, jika kita tahu cara mengatasinya. Iblis ingin menggunakan godaan dan cobaan itu untuk menjatuhkan dan menghancurkan kita. Namun sebaliknya, Tuhan ingin menggunakan godaan itu untuk mengembangkan dan membentuk iman dan karakter kita. Sangat membantu jika kita dapat melihat cara kerja iblis dan rencana-rencananya. Iblis menggoda manusia melalui 4 tahapan :
û  1. Menumbuhkan keinginan yang berdosa dalam diri manusia. Iblis bekerja di dalam hati dan pikiran manusia untuk menumbuhkan keinginan yang berdosa seperti membalas dendam, berzinah, mencuri, nonton film porno, menyontek, berbohong, dan lain-lain. Iming-iming iblis umumnya adalah jalan pintas dan kesenangan duniawi, ia selalu berkata, “ Ini baik bagimu !”
û  2. Menumbuhkan keragu-raguan dalam diri manusia. Iblis berusaha agar kita menjadi ragu akan kebenaran firman Tuhan yang seharusnya menjadi sumber kekuatan dan makanan rohani kita sehari-hari, dan membuat kita bertanya-tanya akan kasih dan perhatian Tuhan kepada kita.
û  3. Memasang tipu muslihat. Iblis adalah bapa segala dusta, ia selalu menyamarkan maksud jahatnya dan identitasnya agar kita tidak sungkan untuk mengikuti penyesatannya.
û  4. Melakukan ketidaktaatan. Jika kita ragu dan termakan oleh tipu muslihat iblis, maka kita akan segera melakukan ketidaktaatan kepada Tuhan.
Langkah-langkah yang harus ditempuh agar kita dapat menang di dalam menghadapi godaan dari iblis adalah :
û  1. Menolak untuk diintimidasi iblis. Kita tidak dapat membuat iblis berhenti menggoda kita, tetapi kita dapat memilih untuk tidak menuruti apa yang dikatakannya. “Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” ( Mat 4 : 10 ).
û  2. Kenali kelemahan-kelemahan kita. Setiap orang ada kelemahannya, ada yang punya kelemahan dalam bidang keuangan , seks, atau amarah. Kenalilah kelemahan anda dan jangan biarkan kelemahan-kelemahan itu membuat kita memberikan kesempatan pada iblis, bersiap-siaplah untuk situasi yang mengarah ke sana. “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” ( Efs 4 : 27 ).
û  3. Mintalah pertolongan Tuhan. Tuhan membuka hot line service 24 jam bagi anak-anakNya. Oleh karena itu, jika kita mulai mencium adanya godaan dari iblis berserulah, mintalah kekuatan dan penyertaan kepada Tuhan. “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Sela  ( Mzm 50 : 15 ).
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia.
Sang pemikir meninggal, tetapi buah pikirannya tidak terjangkau oleh kehancuran. Manusia dapat binasa, namun ide-ide bersifat kekal. ( Walter Lippmann )

RENUNGAN : BERTEKUN DALAM DOA

 
 BERTEKUN DALAM DOA

 
Maman, seorang pesuruh kantor dipanggil seorang manajer. Sambil menyerahkan uang ke tangan si Maman, manajer itu berkata, “Man, tolong belikan saya makanan ya.” Belum selesai manajer bicara, si Maman langsung ngeloyor pergi, sementara manajer bertanya-tanya di dalam hati, makanan apa yang akan di beli oleh si Maman. Selang beberapa menit, Maman kembali ke ruangan si manajer. “Pak, mau beli makanan apa ya?” “Lain kali kalau saya belum selesai bicara, jangan pergi dulu ya,” kata si manajer.
Tuhan Yesus mengajarakan kepada kita agar bertekun di dalam doa. Bertekun artinya setia melakukan atau mengerjakan sesuatu tanpa merasa jemu atau bosan. Pengajaran Yesus ini menjelaskan bahwa tidak selamanya doa-doa kita langsung dijawab secara instan. Kita membutuhkan ketekunan dan kesabaran di dalam berdoa. Kehidupan doa kita tidak terlepas dari apa yang disebut “penantian” , yaitu penantian akan jawaban yang akan Tuhan berikan, atau apa yang akan Tuhan lakukan selanjutnya.
Salah satu kelemahan kita di dalam berdoa adalah tidak sabar menunggu. Kita sering menjadi seperti si Maman yang tidak sabar dan ingin cepat-cepat pergi, tidak mau berlama-lama di dalam menanti Tuhan. Banyak orang Kristen yang berjuang di dalam doa selama bertahun-tahun untuk suatu pergumulan. Mungkin itu pergumulan untuk pasangan hidup yang tidak kunjung datang, suami atau istri yang belum bertobat, atau keluarga kita yang belum percaya Kristus Yesus. Kita berdoa sekian waktu lamanya, tetapi kelihatannya belum ada tanda-tanda yang menunjukan bahwa Tuhan menjawab doa kita. Karena sudah jemu dan seolah-olah perjuangan kita sia-sia, maka kita memutuskan untuk tidak berdoa lagi. Padahal Tuhan sudah siap dengan jawaban doa yang akan segera Dia berikan. 
Alkitab mengajarakan bahwa jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, maka kita akan menantikan dengan tekun. “Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” ( Rom 8:25 ). Di dalam doa , mengharapkan sesuatu yang tidak kelihatan. Kita hanya percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan apa yang kita minta, jika itu sesuai dengan kehendak-Nya. Itu sebabnya kita harus terus bertekun di dalam doa sampai kita mengetahui jawaban yang Tuhan berikan, atau sampai Tuhan memberikan jawaban-Nya. Ajaran kekristenan meminta kita untuk bersabar, bertekun dan setia. Kita tidak akan mendapakan apa yang kita inginkan, jika kita tidak belajar bersabar menantikan Tuhan.
Seperti janji Tuhan, bahwa Ia tidak akan mengulu-ulur waktu untuk menolong anak-anak-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya. Kita hanya memerlukan ketekunan dan iman yang teguh bahwa Tuhan pasti menjawab doa kita. Jangan jemu-jemu berdoa dan nantikan waktu Tuhan, karena waktu-Nya selalu tepat dan tidak pernah terlambat.
Doa tanpa ketekunan jarang mebuahkan hasil yang manis.
Tidak ada orang yang menerima kehormatan denga menerima dari orang lain. Kehormatan merupakan balasan dari apa yang kita berikan. ( Calvin Coolidge )