BERTEKUN DALAM DOA
Maman, seorang pesuruh kantor
dipanggil seorang manajer. Sambil menyerahkan uang ke tangan si Maman, manajer
itu berkata, “Man, tolong belikan saya
makanan ya.” Belum selesai manajer bicara, si Maman langsung ngeloyor
pergi, sementara manajer bertanya-tanya di dalam hati, makanan apa yang akan di
beli oleh si Maman. Selang beberapa menit, Maman kembali ke ruangan si manajer.
“Pak, mau beli makanan apa ya?” “Lain kali kalau saya belum selesai bicara,
jangan pergi dulu ya,” kata si manajer.
Tuhan Yesus mengajarakan kepada
kita agar bertekun di dalam doa. Bertekun
artinya setia melakukan atau mengerjakan sesuatu tanpa merasa jemu atau bosan.
Pengajaran Yesus ini menjelaskan bahwa tidak selamanya doa-doa kita langsung
dijawab secara instan. Kita membutuhkan ketekunan dan kesabaran di dalam
berdoa. Kehidupan doa kita tidak terlepas dari apa yang disebut “penantian” , yaitu penantian akan
jawaban yang akan Tuhan berikan, atau apa yang akan Tuhan lakukan selanjutnya.
Salah satu kelemahan kita di
dalam berdoa adalah tidak sabar menunggu. Kita sering menjadi seperti si Maman
yang tidak sabar dan ingin cepat-cepat pergi, tidak mau berlama-lama di dalam
menanti Tuhan. Banyak orang Kristen yang berjuang di dalam doa selama
bertahun-tahun untuk suatu pergumulan. Mungkin itu pergumulan untuk pasangan
hidup yang tidak kunjung datang, suami atau istri yang belum bertobat, atau
keluarga kita yang belum percaya Kristus Yesus. Kita berdoa sekian waktu
lamanya, tetapi kelihatannya belum ada tanda-tanda yang menunjukan bahwa Tuhan
menjawab doa kita. Karena sudah jemu dan seolah-olah perjuangan kita sia-sia,
maka kita memutuskan untuk tidak berdoa lagi. Padahal Tuhan sudah siap dengan
jawaban doa yang akan segera Dia berikan.
Alkitab mengajarakan bahwa jika
kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, maka kita akan menantikan dengan
tekun. “Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita
menantikannya dengan tekun.” ( Rom
8:25 ). Di dalam doa , mengharapkan sesuatu yang tidak kelihatan. Kita
hanya percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan apa yang kita minta, jika itu
sesuai dengan kehendak-Nya. Itu sebabnya kita harus terus bertekun di dalam doa
sampai kita mengetahui jawaban yang Tuhan berikan, atau sampai Tuhan memberikan
jawaban-Nya. Ajaran kekristenan meminta kita untuk bersabar, bertekun dan
setia. Kita tidak akan mendapakan apa yang kita inginkan, jika kita tidak
belajar bersabar menantikan Tuhan.
Seperti janji Tuhan, bahwa Ia
tidak akan mengulu-ulur waktu untuk menolong anak-anak-Nya yang siang dan malam
berseru kepada-Nya. Kita hanya memerlukan ketekunan dan iman yang teguh bahwa
Tuhan pasti menjawab doa kita. Jangan jemu-jemu berdoa dan nantikan waktu
Tuhan, karena waktu-Nya selalu tepat dan tidak pernah terlambat.
Doa tanpa ketekunan jarang mebuahkan
hasil yang manis.
Tidak ada orang yang menerima kehormatan denga menerima dari orang
lain. Kehormatan merupakan balasan dari apa yang kita berikan. ( Calvin Coolidge )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar